Langsung ke konten utama

Dialog Imajiner dengan Dr.ec.H. Suprajitno

Dialog imajiner dengan Dr.ec.H.Suprajitno.

Pagi itu, suprajitno sedang menikmati teh herbalnya dan empat potong tempe goreng di ruang tamu dikediamannya di kawasan Surabaya Timur. Saat dia menikmati suasana pagi dia selalu mematikan semua gadgetnya, alasannya klasik menikmati tempe goreng ini jauh lebih nikmat daripada membaca pesan sms, wa atau bahkan membaca google.

Hari itu beliau ditunggu oleh banyak media lokal surabaya dan jawa timur, tentang berita pelunasan PT Inalum atas transaksi pengambil alihan saham sebesar 51% dari PT Freeport Indonesia. Semua media lokal paham, bahwa Suprajitno salah satu ekonom yang memberi input ke pemerintahan Megawati untuk melakukan penjualan saham RI di Indosat pada awal tahun 2004an lalu. Alasan beliau saat itu, Indosat termasuk perusahaan yang selalu merugi setiap tahunnya, dan kerugiannya bisa menyebabkan negara harus memberikan talangan hingga puluhan miliar setiap tahunnya. Statemen Suprajitno waktu itu, "Indosat rugi, kenapa harus dipertahankan ?".

Dalam kesendirian beliau, aku memberanikan diri mendekati beliau untuk sekedar bertanya pemanasan sebelum jawaban beliau menjadi headline di beberapa media lokal.

Aku (A): Pagi, pa, tuh freeport sudah diambil alih Jokowi, emang menguntungkan ya ambil freeport.

Suprajitno(S) : pertanyaanmu pagi pagi udah kayak dewan pers ae. Buat apa tanya gitu ?

A: Aku tahu kalo pendapat papa ditungguin banyak media hari ini. Ya sebelum media lain yang muat, lebih baik media ku dululah yang muat. Hahahaha.

S: Ya wis, kalo itu penting buat kamu, kujawab, dilihat dulu datanya, sebelum ambil alih saham 51%, saham pemerintah di PTFI itu sebesar 9,36%. Jika kasat mata di lapangan, saham sebesar itu gak bisa buat jalan di papua. Papa pernah ikut penelitian sosial ekonomi disana ya kira kira pertengahan 80an lah. Begitu sulitnya ekonomi masyarakat papua untuk bergerak, harga kebutuhan pangan yang didatangkan dari jawa sudah sedemikian tinggi. Belum lagi infrastruktur papua yang belum memenuhi kebutuhan arus distribusi barang dan jasa disana. Artinya saham sebesar 9,36% yang sebelum ini harus disetor ke negara, net transfer nilai keekonomiannya belum bisa mensejahterakan masyarakat papua.

A: Trus dengan 51% saham, masyarakat papua bisa sejahtera ? Apalagi ada 10% diantaranya menjadi milik masyarakat mimika dan papua, apa begitu ?

S: Kamu jangan ngawur, memimpin negeri ini gak semudah membalik tangan. Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum benar benar masyarakat papua menikmati keuntungan atas proses divestasi saham ini. Jokowi harus bisa membangun tahapan pembangunan bagi Papua, terencana, terstruktur dan memiliki arahan pembangunan yang berbasis pada kebutuhan riil masyarakat papua.

A: apa aja tuh kebutuhan riil masyarakat papua ?

S: tentu yang sifatnya dasar, pada sektor pendidikan menengah, pemerintah harus mempunyai target tertentu dalam melakukan pembangunan gedung sekolah. Berapa gedung sekolah yang bisa dibangun selama 5 tahun mendatang. Karena masyarakat papua, haus akan dunia pendidikan. Mereka harus berjalan kaki berkilo kilometer untuk bisa sekolah, kita ambil api semangat mereka untuk bersekolah dengan pemerintah membuatkan gedung sekolah. Lalu di sektor kesehatan, harus ada berapa klinik kesehatan atau puskesmas yang bisa dibangun pemerintah disana. Sektor UMKM, yang merupakan basis kekuatan ekonomi rakyat juga harus menjadi fokus pemerintah RI disana. Selanjutnya juga pendirian koperasi rakyat.

A: hmm koperasi ? Karena papa juga pakar koperasi nih ? Hahahahaha

S: kamu selalu underestimate sih sama koperasi. Jangan salah lho, ada 5-6 negara maju di eropa, seperti denmark, swedia, swiss, belanda dan jerman, masyarakatnya maju dan sejahtera karena berbasis koperasi. Untuk di papua, pemerintah RI yang ingin menggerakkan ekonomi rakyat harus juga mampu menghidupkan koperasi. Koperasi disana dibangun berdasar cluster sosial ekonominya. Misal disana ada pertambangan rakyat, dibuat saja di cluster tersebut koperasi pertambangan rakyat, sehingga masyarakat pertambangan disana bisa berswadaya menghidupi kebutuhan hidupnya sendiri dan keluarga. Lalu ada koperasi untuk petani hasil bumi lokal disana, sehingga hasil bumi dan pertanian di papua mempunyai pasar diluar papua, ya seperti pengolahan tepung sagu, yang bisa dibuat berbagai macam panganan khas papua. Dan panganan tersebut bisa go internasional dengan jejaring koperasi diluar negeri.

A: emang berapa sih keuntungan yang bisa didapat dari 51% saham itu, sehingga pemerintah RI bisa buat semua itu sesuai saran papa buat papua. ?

S: Jika dilihat dari keuntungan rutin PTFI tahun 2017 yang mencapai nett US$ 4 Milyar, berarti pemerintah RI bisa menambah pendapatan negara sebesar US$ 2 Milyar - US$ 2,5 Milyar. Dan US$ 200 Juta - US$ 300 Juta diantaranya adalah sepenuhnya untuk masyarakat papua. Itu sudah cukup besar jika untuk pembangunan infrastruktur fisik maupun infrastruktur sosial. Tapi dengan catatan negara dan masyarakat harus hadir dengan berbagai mekanisme pengawasan pengelolaan anggaran. Untuk mencegah terjadinya kebocoran dana keuntungan tersebut dimanfaatkan oleh segelintir kelompok untuk kepentingannya sendiri.

A: Apakah dengan divestasi saham PTFI ini bisa memperkuat legitimasi kedaulatan ekonomi RI ?

S: Bisa jadi jalan masuk merebut kedaulatan ekonomi RI iya, tapi belum sepenuhnya. Masih banyak pekerjaan rumah bagi pemerintah RI saat ini dan mendatang yang harus dikerjakan dalam kerangka memperkuat legitimasi tersebut. Perbaikan infrastruktur yang sedang berjalan saat ini, dapatnya merangsang pertumbuhan ekonomi masyarakat sektor riil. Pemerintah daerah yang dilewati agenda pembangunan infrastruktur mulai menggerakkan sektor UMKM, sektor pariwisata daerah, sektor BUMD daerah/ perusahaan daerah. Pemkab/pemkot juga harus mempermudah perizinan bagi industri lokal, perdagangan lokal. Dan melakukan pembinaan yang serius bagi ekonomi kreatif masyarakat. Kedaulatan ekonomi itu berbasis pada pengakuan kedaulatan ekonomi rakyat seutuhnya. Jadi politik kedaulatan adalah politik kedaulatan rakyat, bukan semata politik pemerintahan RI semata.

A: Itu juga merupakan harapan papa untuk negeri ini ?

S: Itu cuma mimpi bagi papamu ini di usia lanjut, tapi itu jugalah harus jadi mimpimu anak - anak muda. Siapapun tahun depan yang jadi Presiden, haruslah mampu membangun mimpi rakyat dan mewujudkannya.

A: Papa sendiri, siapapun yang jadi, hendak terlibat jauh dalam proses pembuat kebijakan 5 tahun mendatang ?

S: Maksudmu jadi menteri ? Gaklah, biarin siapa ajalah yang lebih mampu banyak. Selain itu, aku lebih baik menikmati tempe goreng ini setiap pagi dengan nikmat. Kalo jadi menteri atau apapun, pastilah sulit menikmati keindahan hidup seperti ini. Dan tetap prinsip papa, negara harus percaya sama anak anak muda yang berkualitas. Anak anak muda yang juga punya kepengenan yang sama dengan papa, kepengen memajukan negeri ini dengan segala daya upayanya sehingga amanat bung karno menuju jembatan emas. Masyarakat yang adil dan makmur tercapai.

Karena waktu sudah hampir siang aku mohon pamit ke papa untuk berangkat kerja, kutinggalkan beliau yang juga mau berangkat beraktifitas rutin. (*)

Nama : DR.ec.H. Suprajitno
Tgl Lahir : Bangkalan, 17 Januari 1943
Tgl Wafat : Banjarmasin, 16 Februari 2009
Alamat : Surabaya

Riwayat :

- Staff Pengajar Fak Ekonomi Unair 1980 - 2009
- Ketua Persatuan Alumni GMNI Jawa Timur 2004-2009.
-Pengurus Kadin Jawa Timur 1998-2008.
- Pengurus Gabungan Koperasi Pegawai RI Jawa Timur 1983-2009.
- Tim Ahli Strategis Ekonomi RI 2002-2004.
- Presidium Forum Komunikasi Kader Bangsa (FKKB) 1999 - 2008

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Pidato : Jalannya Revolusi Kita ! (Jarek) 17 Agustus 1960

" Laksana Malaikat yang Menyerbu dari Langit ", Jalannya Revolusi Kita ! Sauduara-saudara! Sekarang bagian kedua daripada Program Kabinet Kerja: Hal Keamanan. Dalam Pidato 17 Agustus tahun yang lalu, saya berkata: “Program Pemerintah adalah untuk melaksanakan keamanan Negara terhadap gerombolan-gerombolan pemberontak dalam 2 รก 3 tahun. Tetapi mengingat sifat gerilya dan anti-gerilya yang berkembang sejak perang dunia yang lalu, maka konsolidasi dan stabilisasi teritorial sepenuhnya bagi keamanan Rakyat yang merata, mungkin masih memerlukan waktu yang lebih lama”. Demikianlah kataku tahun yang lalu. Bagaimanakah keadaan sekarang? Pengacau yang pokok terhadap keamanan Republik Indonesia masihlah tetap gerombolan D.I.T.I.I., P.R.R.I.-Permesta, dan R.M.S., beserta aksi-aksi subversifnya yang mereka jalankan bersama dengan subversif asing. Saya peringatkan kembali bahwa sebab-sebab yang pokok dari pengacauan itu ialah pertentangan-pertentangan dan petualangan-petualan...

SOEKARNO HOUSE INDONESIA

Assalamualaikum Wr . Wb . Salam Sejahtera Om Shanti Shanti Shanti Om Nammo Budaya . Setelah kami berkeliling, berdiskusi ringan serta berpemikiran bersama maka akhirnya di akhir bulan november 2018, lahirlah lembaga kami SOEKARNO HOUSE INDONESIA ( SHI ). Lembaga SHI ini berkedudukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan jejaring komunikasi dan informasi ke 15 provinsi dan 50 kota/kab se-Indonesia. Lembaga ini terlahir dengan tujuan menjaga tegak lestarinya ajaran Soekarno, sang guru bangsa dan juga sang revolusioner sejati. Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama dikenal juga sebagai sang ideolog, yang melahirkan banyak ide revolusioner, gagasan, serta pemikiran ideologis kebangsaan, sehingga Bangsa Indonesia di Era Soekarno merupakan Bangsa yang besar dan mampu berdiri sejajar dengan Bangsa - Bangsa lain di dunia ini. Saat ini, banyak orang yang mempelajari, mengamati bahkan secara langsung mempraktekkan ajaran Soekarno dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetap...

Berita : Soekarno House Gelar Acara Haul ke 10 DR ec H Suprajitno

Bersama Keluarga Besar Dr ec H Suprajitno (alm), Soekarno House Indonesia menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Bedah Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Suprajitno” diruang pertemuan kediaman dinas Wakil Walikota Surabaya daerah Walikota Mustajab Kota Surabaya, Sabtu (16/02/2019). Koordinator SHI, Eko Rinda Prasetyadi mengatakan Diskusi Kebangsaan ini sangatlah penting bagi kaum Nasionalis secara umum dan kader kader muda Marhaenis yang ada di Jawa Timur. “Secara tekstual maupun kontekstual pemikiran ekonomi kerakyatan Suprajitno terkait koperasi dan ideologi marhaenis masih menjadi acuan dalam menjawab persoalan kekinian,” papar Eko Rinda yang juga mantan aktivis GMNI Itats. Dalam Diskusi kebangsaan tersebut, pembicara yang hadir Tjuk Sukiadi, mantan dosen FE Unair dan juga sahabat alm Suprajitno, dan Pembicara kedua adalah Ony Setiawan, Sekretaris PD PA GMNI Jatim dan juga mantan mahasiswa alm Suprajitno. “Dalam diskusi ini merupakan tindak lanjut atas program kerja SHI, membum...