Dialog imajiner dengan Dr . ec . H . Suprajitno . Pagi itu, suprajitno sedang menikmati teh herbalnya dan empat potong tempe goreng di ruang tamu dikediamannya di kawasan Surabaya Timur . Saat dia menikmati suasana pagi dia selalu mematikan semua gadgetnya, alasannya klasik menikmati tempe goreng ini jauh lebih nikmat daripada membaca pesan sms, wa atau bahkan membaca google. Hari itu beliau ditunggu oleh banyak media lokal surabaya dan jawa timur, tentang berita pelunasan PT Inalum atas transaksi pengambil alihan saham sebesar 51% dari PT Freeport Indonesia. Semua media lokal paham, bahwa Suprajitno salah satu ekonom yang memberi input ke pemerintahan Megawati untuk melakukan penjualan saham RI di Indosat pada awal tahun 2004an lalu. Alasan beliau saat itu, Indosat termasuk perusahaan yang selalu merugi setiap tahunnya, dan kerugiannya bisa menyebabkan negara harus memberikan talangan hingga puluhan miliar setiap tahunnya. Statemen Suprajitno waktu itu, "Indosat rugi,...