Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2018

Dialog Imajiner dengan Dr.ec.H. Suprajitno

Dialog imajiner dengan Dr . ec . H . Suprajitno . Pagi itu, suprajitno sedang menikmati teh herbalnya dan empat potong tempe goreng di ruang tamu dikediamannya di kawasan Surabaya Timur . Saat dia menikmati suasana pagi dia selalu mematikan semua gadgetnya, alasannya klasik menikmati tempe goreng ini jauh lebih nikmat daripada membaca pesan sms, wa atau bahkan membaca google. Hari itu beliau ditunggu oleh banyak media lokal surabaya dan jawa timur, tentang berita pelunasan PT Inalum atas transaksi pengambil alihan saham sebesar 51% dari PT Freeport Indonesia. Semua media lokal paham, bahwa Suprajitno salah satu ekonom yang memberi input ke pemerintahan Megawati untuk melakukan penjualan saham RI di Indosat pada awal tahun 2004an lalu. Alasan beliau saat itu, Indosat termasuk perusahaan yang selalu merugi setiap tahunnya, dan kerugiannya bisa menyebabkan negara harus memberikan talangan hingga puluhan miliar setiap tahunnya. Statemen Suprajitno waktu itu, "Indosat rugi,...

BERITA : PDIP Jatim Konsisten Tolak Kampanye Berbasis Hoax dan SARA

P DIP Jatim Konsisten Tolak Kampanye Berbasis Hoax dan SARA . "PDIP Jatim beserta seluruh jajaran Calon Legislatif Daerah Pemilihan Jatim, untuk tetap menjaga komitmen menolak kampanye berbasis informasi palsu atau Hoax, SARA dan anti politik uang," kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono kepada media, Sabtu (22/12/2018) di Surabaya. Saat ini, lanjutnya, PDIP Jatim secara periodik melakukan evaluasi dan monitoring terhadap proses kampanye calon legislatif dan calon presiden yang telah berjalan sejak masa kampanye digelar. "Peradaban Demokrasi di Indonesia sedang bergerak maju kedepan, yang saatnya meninggalkan segala hal terkait kampanye negatif yang justru melemahkan proses edukasi negara kepada rakyat melalui demokrasi terbuka seperti Pileg dan Pilpres 2019," papar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim ini. Menurut Bambang Yuwono, Hoax dan kampanye berbasis isu SARA, bisa menimbulkan rasa ketegangan antar masyarakat dan perlahan bisa m...

ARTIKEL : SOEKARNO DAN OLAHRAGA

Kebijakan Olahraga Indonesia di Era Presiden Soekarno Oleh Eko Widodo 24 Agustus 2013   22:59 Diperbarui: 24 Agustus 2013   22:59 2894 9 10 13774205311791061 [caption id="attachment_283267" align="aligncenter" width="610" caption="Ilustrasi/Admin (Kompas.com)"][/caption] Kebijakan politik pemimpin di Indonesia dan Malaysia berpengaruh besar terhadap kebijakan olahraga yang terjadi. Indonesia pasca kemerdekaan lebih fokus ke konsolidasi pengisian kemerdekaan. Semua pimpinan pergerakan maupun olahraga memusatkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menciptakan kondisi sosial politik dalam negeri yang stabil. Karena merupakan masa transisi dari era penjajahan ke kemerdekaan, maka banyak terjadi pergantian Kabinet, mulai dari Kabinet Presidensial hingga Kabinet Hatta II.  "Pada tahun 1946 muncul keinginan untuk mengorganisir kembali olahraga di Indonesia. Pada awal 1946 dilakukan pertemuan di Solo oleh semua pemimpin olahraga dari s...

Berita : KIPP Jatim gelar Seminar Nasional " Mengawal Demokrasi Elektoral di Indonesia "

K IPP JATIM gelar Seminar Nasional Ketua KIPP Jatim, Rikson Hatigorang mengatakan, kegiatan Seminar Nasional " Mengawal Demokrasi Elektoral di Indonesia ", bertujuan memperkuat instrumen elektoral dalam proses demokratisasi di Indonesia. " Ada beberapa pembicara yang hadir akan mengulas lebih dalam tentang proses pengawalan dengan manajerial, EMB - Electoral Management Body," papar mantan aktivis reformasi 98 ini Pembicara dalam Seminar Nasional tersebut, lanjutnya, antara lain Airlangga Pribadi, Ph.D., August Mellaz, Prof Hotman Siahaan, Ir.H Armudji M.H. dan Prof Harjono. "Maka dari itu, kami selaku panitia berharap, agar semua elemen masyarakat dari berbagai lapisan, jurnalis, pendidik, mahasiswa, pns, atau yang lain untuk datang di Seminar tersebut, mari kita kawal bersama demokasi elektoral di Indonesia," pungkas Rikson. Adapun gelaran Seminar Nasional, "Mengawal Demokrasi Elektoral di Indonesia ", digelar Hari Sabtu, 15 Desember ...

Poster Soekarno Jelang Pemilu 1955

PEMILIHAN UMUM Djangan mendjadi tempat pertempuran, perdjuangan kepartaian jang dapat memetjah persatuan bangsa INDONESIA. Berdirilah diatas semua golongan , Semua Pihak & Semua kepentingan , agar rakyat Indonesia Sejahtera . Bangkitkan selalu Api melawan NeoKolonialisme dan Neoliberalisme yang bisa menghancurkan sendi-sendi Persatuan Nasional . Tetap konsistenlah membela kepentingan rakyat ! Tuhan selalu menyertaimu semua . Merdeka !!!

Puluhan Doktor Honoris Causa untuk Soekarno

Puluhan Doktor Honoris Causa untuk Sukarno Reporter:  Petrik Matanasi   13 Maret 2018 Meski berlatar belakang sarjana teknik, hanya tiga kampus yang memberinya gelar doktor kehormatan untuk bidang itu. Gelar terbanyak adalah dalam ilmu hukum.     Sukarno menginjakkan bangku kuliah waktu umurnya hampir 20 tahun. Dia termasuk satu dari sebelas mahasiswa pribumi di sekolah tinggi teknik yang kini dikenal sebagai Institut Teknologi Bandung (ITB). “Kami belajar keras di sekolah. Pekerjaan rumah banyak sekali. Kuliah-kuliah yang diberikan enam hari dalam seminggu, ditambah ujian tertulis setiap triwulan selama sebulan penuh, benar-benar melelahkan,” aku Sukarno dalam autobiografinya,  Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia (2007: 63), yang disusun Cindy Adams. Kuliah itu dilalui Sukarno dengan cukup baik. Saat itu, lima tahun masa studi bukan waktu yang lama. “Tanggal 25 Mei 1926 aku diwisuda dengan gelar  Ingenieur  (insinyur) . Ij...

Berita : Beda Sukarno dan Suharto dalam memperlakukan Papua

Beda Sukarno dan Soeharto Dalam Memperlakukan Papua Penulis:  Fadrik Aziz Firdausi 09 Desember 2018 tirto.id  - “Dan apa yang dinamakan Indonesia, Saudara-saudara? Yang dinamakan Indonesia ialah segenap kepulauan antara Sabang dan Merauke. Yang dinamakan Indonesia ialah apa yang dulu dikenal sebagai perkataan Hindia-Belanda.” Demikian pidato Presiden Sukarno di hadapan taruna-taruna Akademi Militer Nasional di Yogyakarta pada 19 Desember 1961. Irian Barat adalah masalah krusial bagi pemerintahan Sukarno. Tanpa Irian Barat, Indonesia belumlah Indonesia. Saat Sukarno berpidato, sudah 11 tahun Indonesia menempuh diplomasi untuk merebut Irian Barat dari penguasaan Belanda. Pada titik itu Sukarno sudah habis kesabaran. Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) 1949 negosiasi soal posisi Irian Barat adalah yang paling alot. Karenanya, untuk mencegah  deadlock , KMB memutuskan bahwa status politik Irian Barat akan dirundingkan lagi dalam jangka waktu setahun setelah tanggal penga...

Berita : Patung Presiden Soekarno di Meksiko, Pertamakali di Luar Negeri

Patung Presiden Soekarno di Meksiko , Pertamakali di Luar Negeri "Kemarin di KBRI Mexico City saya menyaksikan penandatangan kontrak antara KBRI Mexico dengan pematungnya, Edysa Ponzanelli, pematung Meksiko. Direncanakan patungnya selesai pada April dan Mei 2018 akan diresmikan oleh Menko PMK dan Mendikbud di Mexico City," kata Nadjamuddin Ramly, Direktur Warisan dan Diplomasi Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan kepada media ,  Kamis (1/3). Patung Presiden Pertama RI  Soekarno  direncanakan akan segera berdiri di Ibu Kota Meksiko Amerika Selatan. Rencana yang telah digodok sejak awal 2016 akan segera terwujud pada Mei 2018. Menurut Duta Besar RI untuk Meksiko, Yusra Khan, rencana untuk mendirikan patung Proklamator RI tersebut diusulkan saat dia dan pelaksana fungsi sosial dan budaya KBRI Meksiko mengadakan lawatan kehormatan kepada Gubernur Kota Meksiko saat itu, Miguel Angel Mancera sekitar Juni 2016. "Mancera setuju karena melihat latar bel...

Seri Pidato : To Build The World ANew

Membangun Dunia Baru To Build The World A New 30 September 1960 Tuan ketua, Para Yang Mulia, Para Utusan dan Wakil yang terhormat, Hari ini, dalam mengucapkan pidato kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya merasa tertekan oleh suatu rasa tanggung jawab yang besar. Saya merasa rendah hati berbicara di hadapan rapat agung daripada negarawan-negarawan yang bijaksana dan berpengalaman dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan, dari bangsa-bangsa tua dan dari bangsa-bangsa muda dan dari bangsa-bangsa yang baru bangkit kembali dari tidur yang lama. Saya telah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Mahakuasa agar lidah saya dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaan hati saya, dan saya juga telah berdoa agar kata-kata ini akan bergema dalam hati sanubari mereka yang mendengarnya. Saya merasa gembira sekali dapat mengucapkan selamat kepada Tua Ketua atas pengangkatannya dalam jabatannya yang tinggi dan konstruktif. Saya juga merasa gembi...