Langsung ke konten utama

Postingan

Berita : Soekarno House Gelar Acara Haul ke 10 DR ec H Suprajitno

Bersama Keluarga Besar Dr ec H Suprajitno (alm), Soekarno House Indonesia menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Bedah Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Suprajitno” diruang pertemuan kediaman dinas Wakil Walikota Surabaya daerah Walikota Mustajab Kota Surabaya, Sabtu (16/02/2019). Koordinator SHI, Eko Rinda Prasetyadi mengatakan Diskusi Kebangsaan ini sangatlah penting bagi kaum Nasionalis secara umum dan kader kader muda Marhaenis yang ada di Jawa Timur. “Secara tekstual maupun kontekstual pemikiran ekonomi kerakyatan Suprajitno terkait koperasi dan ideologi marhaenis masih menjadi acuan dalam menjawab persoalan kekinian,” papar Eko Rinda yang juga mantan aktivis GMNI Itats. Dalam Diskusi kebangsaan tersebut, pembicara yang hadir Tjuk Sukiadi, mantan dosen FE Unair dan juga sahabat alm Suprajitno, dan Pembicara kedua adalah Ony Setiawan, Sekretaris PD PA GMNI Jatim dan juga mantan mahasiswa alm Suprajitno. “Dalam diskusi ini merupakan tindak lanjut atas program kerja SHI, membum...
Postingan terbaru

Berita : Pemuda & Pelajar Harus Berani Tolak Radikalisme & Intoleransi

Pemuda & Pelajar harus berani menolak Radikalisme & Intoleransi WAKIL Ketua MPR RI, Achmad Basarah mengajak kepada para pemuda dan pelajar untuk berani menolak ajaran radikalisme dan ajaran intoleransi. "Miris melihat kenyataan saat ini, banyak pelajar dan pemuda terjerembab dalam dua ideologi transnasional, radikalisme dan intoleran," kata Achmad Basarah dihadapan media usai membuka kegiatan Pelantikan DPC GSNI Se-Malang Raya di Restoran Dhahar & Dine Jl Soekarno no 18 Kota Wisata Batu, Minggu(10/02). Menurut Baskara sapaan akrabnya, Pemuda dan Pelajar adalah kelompok strategis masa depan Indonesia, namun sangat rentan terhadap pengaruh dari luar termasuk penetrasi paham radikalisme dan Intoleran. "Saat ini paham tersebut dikalangan pemuda dan pelajar, bukan sekedar wacana bahkan sudah banyak yang menjadikan sebagai tindakan dengan menyebarkannya pada kalangan yang lebih luas  melalui media sosial," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan ini. ...

Berita : Suhu Politik Memanas. Masyarakat harus Cerdas.

Suhu Politik Memanas, Masyarakat harus Cerdas Menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, suhu politik dan sosial di Indonesia cenderung memanas karena perbedaan politik. Semakin gencarnya berita berbasis informasi palsu atau hoax menbangun kondisi dan situasi politik semakin panas. Sekjen Lembaga Soekarno Hoyse, Aven Januar mengajak kepada seluruh masyarakat untuk cerdas dalam menyaring segala informasi yang diterima. Serta cerdas dalam menyikapi segala informasi baik yang hoax maupun yang tidak hoax dalam kerangka menjaga semangat persatuan dan kesatuan dibalik perbedaan politik yang ada. "Perbedaan politik, harus disikapi dengan cerdas, supaya tidak terjebak dalam situasi saling memanasi, saling menghujat dan saling mengolok-olok," jelas Aven Januar dalam Diskusi Internal Lembaga Soekarno House di Surabaya, kemarin (04/01/2019). Pada diskusi tersebut, Aven mengingatkan agar rakyat Indonesia menghilangkan rasa kebencian antar sesam...

Dialog Imajiner dengan Dr.ec.H. Suprajitno

Dialog imajiner dengan Dr . ec . H . Suprajitno . Pagi itu, suprajitno sedang menikmati teh herbalnya dan empat potong tempe goreng di ruang tamu dikediamannya di kawasan Surabaya Timur . Saat dia menikmati suasana pagi dia selalu mematikan semua gadgetnya, alasannya klasik menikmati tempe goreng ini jauh lebih nikmat daripada membaca pesan sms, wa atau bahkan membaca google. Hari itu beliau ditunggu oleh banyak media lokal surabaya dan jawa timur, tentang berita pelunasan PT Inalum atas transaksi pengambil alihan saham sebesar 51% dari PT Freeport Indonesia. Semua media lokal paham, bahwa Suprajitno salah satu ekonom yang memberi input ke pemerintahan Megawati untuk melakukan penjualan saham RI di Indosat pada awal tahun 2004an lalu. Alasan beliau saat itu, Indosat termasuk perusahaan yang selalu merugi setiap tahunnya, dan kerugiannya bisa menyebabkan negara harus memberikan talangan hingga puluhan miliar setiap tahunnya. Statemen Suprajitno waktu itu, "Indosat rugi,...

BERITA : PDIP Jatim Konsisten Tolak Kampanye Berbasis Hoax dan SARA

P DIP Jatim Konsisten Tolak Kampanye Berbasis Hoax dan SARA . "PDIP Jatim beserta seluruh jajaran Calon Legislatif Daerah Pemilihan Jatim, untuk tetap menjaga komitmen menolak kampanye berbasis informasi palsu atau Hoax, SARA dan anti politik uang," kata Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Bambang Yuwono kepada media, Sabtu (22/12/2018) di Surabaya. Saat ini, lanjutnya, PDIP Jatim secara periodik melakukan evaluasi dan monitoring terhadap proses kampanye calon legislatif dan calon presiden yang telah berjalan sejak masa kampanye digelar. "Peradaban Demokrasi di Indonesia sedang bergerak maju kedepan, yang saatnya meninggalkan segala hal terkait kampanye negatif yang justru melemahkan proses edukasi negara kepada rakyat melalui demokrasi terbuka seperti Pileg dan Pilpres 2019," papar Wakil Ketua Komisi B DPRD Jatim ini. Menurut Bambang Yuwono, Hoax dan kampanye berbasis isu SARA, bisa menimbulkan rasa ketegangan antar masyarakat dan perlahan bisa m...

ARTIKEL : SOEKARNO DAN OLAHRAGA

Kebijakan Olahraga Indonesia di Era Presiden Soekarno Oleh Eko Widodo 24 Agustus 2013   22:59 Diperbarui: 24 Agustus 2013   22:59 2894 9 10 13774205311791061 [caption id="attachment_283267" align="aligncenter" width="610" caption="Ilustrasi/Admin (Kompas.com)"][/caption] Kebijakan politik pemimpin di Indonesia dan Malaysia berpengaruh besar terhadap kebijakan olahraga yang terjadi. Indonesia pasca kemerdekaan lebih fokus ke konsolidasi pengisian kemerdekaan. Semua pimpinan pergerakan maupun olahraga memusatkan perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menciptakan kondisi sosial politik dalam negeri yang stabil. Karena merupakan masa transisi dari era penjajahan ke kemerdekaan, maka banyak terjadi pergantian Kabinet, mulai dari Kabinet Presidensial hingga Kabinet Hatta II.  "Pada tahun 1946 muncul keinginan untuk mengorganisir kembali olahraga di Indonesia. Pada awal 1946 dilakukan pertemuan di Solo oleh semua pemimpin olahraga dari s...

Berita : KIPP Jatim gelar Seminar Nasional " Mengawal Demokrasi Elektoral di Indonesia "

K IPP JATIM gelar Seminar Nasional Ketua KIPP Jatim, Rikson Hatigorang mengatakan, kegiatan Seminar Nasional " Mengawal Demokrasi Elektoral di Indonesia ", bertujuan memperkuat instrumen elektoral dalam proses demokratisasi di Indonesia. " Ada beberapa pembicara yang hadir akan mengulas lebih dalam tentang proses pengawalan dengan manajerial, EMB - Electoral Management Body," papar mantan aktivis reformasi 98 ini Pembicara dalam Seminar Nasional tersebut, lanjutnya, antara lain Airlangga Pribadi, Ph.D., August Mellaz, Prof Hotman Siahaan, Ir.H Armudji M.H. dan Prof Harjono. "Maka dari itu, kami selaku panitia berharap, agar semua elemen masyarakat dari berbagai lapisan, jurnalis, pendidik, mahasiswa, pns, atau yang lain untuk datang di Seminar tersebut, mari kita kawal bersama demokasi elektoral di Indonesia," pungkas Rikson. Adapun gelaran Seminar Nasional, "Mengawal Demokrasi Elektoral di Indonesia ", digelar Hari Sabtu, 15 Desember ...