Pemuda & Pelajar harus berani menolak Radikalisme & Intoleransi
WAKIL Ketua MPR RI, Achmad Basarah mengajak kepada para pemuda dan pelajar untuk berani menolak ajaran radikalisme dan ajaran intoleransi.
"Miris melihat kenyataan saat ini, banyak pelajar dan pemuda terjerembab dalam dua ideologi transnasional, radikalisme dan intoleran," kata Achmad Basarah dihadapan media usai membuka kegiatan Pelantikan DPC GSNI Se-Malang Raya di Restoran Dhahar & Dine Jl Soekarno no 18 Kota Wisata Batu, Minggu(10/02).
Menurut Baskara sapaan akrabnya, Pemuda dan Pelajar adalah kelompok strategis masa depan Indonesia, namun sangat rentan terhadap pengaruh dari luar termasuk penetrasi paham radikalisme dan Intoleran.
"Saat ini paham tersebut dikalangan pemuda dan pelajar, bukan sekedar wacana bahkan sudah banyak yang menjadikan sebagai tindakan dengan menyebarkannya pada kalangan yang lebih luas melalui media sosial," kata Wasekjen DPP PDI Perjuangan ini.
Baskara menambahkan salahsatu cara yang efektif untuk memerangi kedua ideologi transnasional tersebut adalah melakukan gerakan bersama dikalangan Pemuda dan Pelajar dalam membumikan Pancasila. Pancasila 1 Juni ajaran Soekarno mengandung semangat Gotong Royong, hormat menghormati dan saling menghargai.
"Maka itu, sebagai warga negara Indonesia Pemuda dan Pelajar dituntut untuk memahami Ideologi Pancasila dan ajaran nasionalisme untuk mencegah serta menyadarkan upaya pihak-pihak yang hendak mengganggu ideologi Pancasila, khususnya di kalangan siswa-siswa sekolah dan pemuda pada umumnya." pungkas Baskara. (x)
Komentar
Posting Komentar