Langsung ke konten utama

Berita : Panwaslu Surabaya temukan 526 pelanggaran APK

Rilis Report Triwulanan Panwaslu Kota Surabaya Periode 23 September 2018 - 23 November 2018

DALAM Rilis laporan Triwulanan Panitia Pengawas Pemilu Kota Surabaya mencatat terjadinya pelanggaran Alat Peraga Kampanye (APK) sebanyak 526 buah.

"Pelanggaran APK itu berdasarkan SK KPU Nomor 1567 Tahun 2018 dan PERDA Kota Surabaya Nomor 2 Tahun 2014 tentang pemasangan Baliho Jalan," kata Ketua Panwaslu Kota Surabaya, Hadi Margo Sambodo, S.Pd kepada SHI, Senin (03/12/2018).

Jika disusun berdasar peringkat pelanggaran APK, yakni peringkat pertama Calon Perseorangan DPD No Urut 22 sebanyak 122 APK, disusul Partai Demokrat sebanyak 75, lalu PDI Perjuangan sebanyak 49, Partai Berkarya 45, PSI 39, Partai Perindo 33, Partai Golkar 32, Partai Nasdem 29, PKB & PBB 20, PKS 17, PAN & PPP 11, Gerindra 10, Partai Garuda 5, Partai Hanura 3, dan PKPI 1. Untuk calon perseorangan masih ada no urut 21 sebanyak 7 APK, no urut 46 sebanyak 5 APK. Sedangkan untuk Calon Presiden no urut 01 melanggar sebanyak 2 APK dan no urut 02 tidak melakukan pelanggaran.

Terkait pelanggaran tersebut, lanjut Hadi Margo, pihak panwas telah memberikan peringatan tertulis kepada seluruh Partai Politik peserta Pemilu dan Calon Perseorangan. Dalam surat teguran tertanggal 26 November 2018, pihak Panwaslu Kota Surabaya berharap pada seluruh parpol dan calon perseorangan agar bisa memindahkan atau menggeser Alat Peraga Kampanye yang telah melanggar peraturan tersebut.

"Selain teguran tertulis, pihak Panwaslu Kota juga melakukan pendekatan persuasif dengan parpol dan calon perseorangan agar pelanggaran selanjutnya tidak terjadi lagi," jelas Hadi Margo.

Terakhir, Hadi Margo mengajak kepada seluruh khalayak umum, masyarakat umum, mahasiswa, guru, tukang becak, atau yang lain, agar bersama sama panwas, untuk turut serta secara aktif dan pasif dalam melakukan pengawasan terhadap segala bentuk kecurangan selama proses kampanye hingga hari H+7 pemilihan umum berlangsung. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Pidato : Jalannya Revolusi Kita ! (Jarek) 17 Agustus 1960

" Laksana Malaikat yang Menyerbu dari Langit ", Jalannya Revolusi Kita ! Sauduara-saudara! Sekarang bagian kedua daripada Program Kabinet Kerja: Hal Keamanan. Dalam Pidato 17 Agustus tahun yang lalu, saya berkata: “Program Pemerintah adalah untuk melaksanakan keamanan Negara terhadap gerombolan-gerombolan pemberontak dalam 2 รก 3 tahun. Tetapi mengingat sifat gerilya dan anti-gerilya yang berkembang sejak perang dunia yang lalu, maka konsolidasi dan stabilisasi teritorial sepenuhnya bagi keamanan Rakyat yang merata, mungkin masih memerlukan waktu yang lebih lama”. Demikianlah kataku tahun yang lalu. Bagaimanakah keadaan sekarang? Pengacau yang pokok terhadap keamanan Republik Indonesia masihlah tetap gerombolan D.I.T.I.I., P.R.R.I.-Permesta, dan R.M.S., beserta aksi-aksi subversifnya yang mereka jalankan bersama dengan subversif asing. Saya peringatkan kembali bahwa sebab-sebab yang pokok dari pengacauan itu ialah pertentangan-pertentangan dan petualangan-petualan...

SOEKARNO HOUSE INDONESIA

Assalamualaikum Wr . Wb . Salam Sejahtera Om Shanti Shanti Shanti Om Nammo Budaya . Setelah kami berkeliling, berdiskusi ringan serta berpemikiran bersama maka akhirnya di akhir bulan november 2018, lahirlah lembaga kami SOEKARNO HOUSE INDONESIA ( SHI ). Lembaga SHI ini berkedudukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan jejaring komunikasi dan informasi ke 15 provinsi dan 50 kota/kab se-Indonesia. Lembaga ini terlahir dengan tujuan menjaga tegak lestarinya ajaran Soekarno, sang guru bangsa dan juga sang revolusioner sejati. Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama dikenal juga sebagai sang ideolog, yang melahirkan banyak ide revolusioner, gagasan, serta pemikiran ideologis kebangsaan, sehingga Bangsa Indonesia di Era Soekarno merupakan Bangsa yang besar dan mampu berdiri sejajar dengan Bangsa - Bangsa lain di dunia ini. Saat ini, banyak orang yang mempelajari, mengamati bahkan secara langsung mempraktekkan ajaran Soekarno dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetap...

Berita : Soekarno House Gelar Acara Haul ke 10 DR ec H Suprajitno

Bersama Keluarga Besar Dr ec H Suprajitno (alm), Soekarno House Indonesia menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Bedah Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Suprajitno” diruang pertemuan kediaman dinas Wakil Walikota Surabaya daerah Walikota Mustajab Kota Surabaya, Sabtu (16/02/2019). Koordinator SHI, Eko Rinda Prasetyadi mengatakan Diskusi Kebangsaan ini sangatlah penting bagi kaum Nasionalis secara umum dan kader kader muda Marhaenis yang ada di Jawa Timur. “Secara tekstual maupun kontekstual pemikiran ekonomi kerakyatan Suprajitno terkait koperasi dan ideologi marhaenis masih menjadi acuan dalam menjawab persoalan kekinian,” papar Eko Rinda yang juga mantan aktivis GMNI Itats. Dalam Diskusi kebangsaan tersebut, pembicara yang hadir Tjuk Sukiadi, mantan dosen FE Unair dan juga sahabat alm Suprajitno, dan Pembicara kedua adalah Ony Setiawan, Sekretaris PD PA GMNI Jatim dan juga mantan mahasiswa alm Suprajitno. “Dalam diskusi ini merupakan tindak lanjut atas program kerja SHI, membum...