Langsung ke konten utama

Rumah Soekarno di Surabaya

Menengok Rumah Tempat Lahir Bung Karno di Surabaya

Zaenal Effendi - detikNews

Jumat 05 Juni 2015, 16:08 WIB

Rumah tempat Bung Karno dilahirkan. (Foto-Zaenal Effendi/detikcom)

Jakarta - Mendiang Presiden Sukarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 6 Juni 1901. Putera 'Sang Fajar' lahir dari pasangan Soekemi dengan Ida Ayu Nyoman Rai dengan nama kecil Koesno. Seperti apa rumah tempat lahir Bung Karno itu saat ini? 

Tidak banyak yang mengetahui rumah lahir Presiden pertama Indonesia, Sukarno. Di rumah seluas 5 X 14 meter di Jalan Peneleh gang andean IV nomor 40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng merupakan rumah kelahiran Bapak Proklamator, Sukarno.

Awalnya rumah yang dihuni 4 orang ini tak banyak kenal dan tahu. Namun, pasca ditetapkan sebagai ‘Bangunan Cagar Budaya’ 2013 silam sebagai “Rumah Kelahiran Bung Karno” oleh Pemerintah Kota Surabaya saat itu diresmikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini.

Rumah berwarna putih dan hijau pucat untuk bingkai pintu serta jendelanya ini menjadi perbincangan banyak orang. Bagaimana kondisi rumah ini jelang Hari kelahiran Bung Karno?

Mencari rumah tersebut tidak terlalu sulit, tinggal cari Jalan Peneleh. Setelah itu, tinggal mencari gang Pandean IV nomor 40 yang ada di sisi kiri jalan dan menyusuri gang dengan lebar sekitar 3,5 meter.

Persis di depan gapura, ada sebuah prasati dan baliho bergambar Bung Karno bertuliskan, 'Di sini Tempat Kelahiran Bapak Bangsa Dr. Ir. Soekarno. Penyambung Lidah Rakyat, Proklamator, Presiden pertama RI, Pemimpin Besar Revolusi'. 

Prasasti itu ditandatangani di Surabaya, 29 Agustus 2010 oleh Wali Kota Surabaya saat itu, Bambang DH.

Di prasasti ini, tertulis pula Pandean IV/40, 06 Juni 1901(Kamis Pon). Nah, tepat di atas prasasti ini, terdapat baliho bergambar Sukarno bertuliskan “Pandean Bersejarah, Tanah kelahiran Soekarno, 06 Juni 1901, Kampoeng Soekarno”.

Rumah yang saat ini ditempati Djamilah bersama 3 saudaranya ini dibenarkan warga sebagai rumah tempat lahir Sukarno. Di atas daun pintu rumah tersebut terpasang pelat kuning yang menjelaskan sebagai bangunan cagar budaya dengan SK Walikota Surabaya nomo 188.45/321/436.1.2/2013


(Erd/erd)


Sumber Berita ;

https://m.detik.com/news/berita/2934581/menengok-rumah-tempat-lahir-bung-karno-di-surabaya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seri Pidato : Jalannya Revolusi Kita ! (Jarek) 17 Agustus 1960

" Laksana Malaikat yang Menyerbu dari Langit ", Jalannya Revolusi Kita ! Sauduara-saudara! Sekarang bagian kedua daripada Program Kabinet Kerja: Hal Keamanan. Dalam Pidato 17 Agustus tahun yang lalu, saya berkata: “Program Pemerintah adalah untuk melaksanakan keamanan Negara terhadap gerombolan-gerombolan pemberontak dalam 2 á 3 tahun. Tetapi mengingat sifat gerilya dan anti-gerilya yang berkembang sejak perang dunia yang lalu, maka konsolidasi dan stabilisasi teritorial sepenuhnya bagi keamanan Rakyat yang merata, mungkin masih memerlukan waktu yang lebih lama”. Demikianlah kataku tahun yang lalu. Bagaimanakah keadaan sekarang? Pengacau yang pokok terhadap keamanan Republik Indonesia masihlah tetap gerombolan D.I.T.I.I., P.R.R.I.-Permesta, dan R.M.S., beserta aksi-aksi subversifnya yang mereka jalankan bersama dengan subversif asing. Saya peringatkan kembali bahwa sebab-sebab yang pokok dari pengacauan itu ialah pertentangan-pertentangan dan petualangan-petualan...

SOEKARNO HOUSE INDONESIA

Assalamualaikum Wr . Wb . Salam Sejahtera Om Shanti Shanti Shanti Om Nammo Budaya . Setelah kami berkeliling, berdiskusi ringan serta berpemikiran bersama maka akhirnya di akhir bulan november 2018, lahirlah lembaga kami SOEKARNO HOUSE INDONESIA ( SHI ). Lembaga SHI ini berkedudukan di Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan jejaring komunikasi dan informasi ke 15 provinsi dan 50 kota/kab se-Indonesia. Lembaga ini terlahir dengan tujuan menjaga tegak lestarinya ajaran Soekarno, sang guru bangsa dan juga sang revolusioner sejati. Soekarno, Presiden Republik Indonesia yang pertama dikenal juga sebagai sang ideolog, yang melahirkan banyak ide revolusioner, gagasan, serta pemikiran ideologis kebangsaan, sehingga Bangsa Indonesia di Era Soekarno merupakan Bangsa yang besar dan mampu berdiri sejajar dengan Bangsa - Bangsa lain di dunia ini. Saat ini, banyak orang yang mempelajari, mengamati bahkan secara langsung mempraktekkan ajaran Soekarno dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetap...

Berita : Soekarno House Gelar Acara Haul ke 10 DR ec H Suprajitno

Bersama Keluarga Besar Dr ec H Suprajitno (alm), Soekarno House Indonesia menggelar Diskusi Kebangsaan dengan tema “Bedah Pemikiran Ekonomi Kerakyatan Suprajitno” diruang pertemuan kediaman dinas Wakil Walikota Surabaya daerah Walikota Mustajab Kota Surabaya, Sabtu (16/02/2019). Koordinator SHI, Eko Rinda Prasetyadi mengatakan Diskusi Kebangsaan ini sangatlah penting bagi kaum Nasionalis secara umum dan kader kader muda Marhaenis yang ada di Jawa Timur. “Secara tekstual maupun kontekstual pemikiran ekonomi kerakyatan Suprajitno terkait koperasi dan ideologi marhaenis masih menjadi acuan dalam menjawab persoalan kekinian,” papar Eko Rinda yang juga mantan aktivis GMNI Itats. Dalam Diskusi kebangsaan tersebut, pembicara yang hadir Tjuk Sukiadi, mantan dosen FE Unair dan juga sahabat alm Suprajitno, dan Pembicara kedua adalah Ony Setiawan, Sekretaris PD PA GMNI Jatim dan juga mantan mahasiswa alm Suprajitno. “Dalam diskusi ini merupakan tindak lanjut atas program kerja SHI, membum...